KPAI: TNI Tak Responsif Usut Pembunuhan Wartawan Karo Rico Sempurna
berita viral
,
Jakarta
– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut Tentara Nasional Indonesia tidak serius dalam mengusut
pembunuhan wartawan
Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu, dan keluarganya di Karo, Sumatera Utara.
“Kalau ditanya mana lembaga yang tidak respons, TNI,” kata Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 17 Juli 2025.
Penjelasan dari pihak TNI diperlukan karena salah satu prajuritnya, Kopral Satu Herman Bukit, diduga terlibat. Nama Herman juga muncul dalam dakwaan tiga terdakwa dari sipil yang sudah divonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Kabanjahe.
Tak hanya TNI, kata Diyah, pemerintah hingga DPR juga tak menanggapi permohonan KPAI. Ia mengungkapkan lembaganya telah bertemu dengan pihak Pomdam, Denpom, hingga menyurati Komisi I dan Komisi XIII DPR, serta Kementerian HAM. Namun, semua upaya itu nihil tanggapan.
“Kami sudah berkirim surat ke Puspomad, Pangdam Bukit Barisan, bahkan ke TNI langsung, tapi tidak ada respons,” ujarnya.
“Kami heran apa respons negara ini terhadap KPAI dan juga lembaga HAM”.
Diyah mengatakan sejak awal KPAI turut mengawal kasus ini di lapangan, termasuk mendesak penyidik Polres Kabanjahe agar memasukkan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana. “Kami pastikan betul bahwa ini harus masuk. Bahkan penyidik tidak kami biarkan pulang sebelum Kapolres datang,” kata dia.
Menurut KPAI, kasus ini bukan hanya soal pembunuhan, tetapi juga menyangkut hak anak. Dua dari empat korban yang tewas dalam peristiwa pembakaran rumah wartawan Rico adalah anak-anak. “Anak yang meninggal juga punya hak, yakni kejelasan sebab kematian dan perlindungan dari stigma negatif,” kata Diyah.
KPAI, lanjut Diyah, mencatat selama 2024–2025 ada sedikitnya sepuluh kasus anak yang meninggal atau mengalami kekerasan fisik dan psikis, di mana pelakunya diduga anggota TNI. Namun, mayoritas kasus tersebut, termasuk insiden penembakan anak di Deli Serdang oleh anggota prajurit TNI, belum tuntas.
“Ini adalah
clue
dari sekian banyak kasus kekerasan di mana anak jadi korban. Jangan sampai hal seperti ini terulang lagi,” ujar Diyah.
Rico Sempurna tewas setelah rumahnya dibakar pada 27 Juni 2024 dini hari. Dia tewas bersama istri, anak, dan cucunya. Tiga pelakunya adalah Bebas Ginting alias Bulang, Yunus Syahputra Tarigan alias Selawang dan Rudi Apri Sembiring alias RAS.
Pembunuhan Rico diduga berkaitan dengan pemberitaannya mengenai bisnis rumah judi yang dimiliki Herman Bukit. Keluarga sudah melaporkan dugaan keterlibatan Herman Bukit ke Pomdam 1/Bukit Barisan. Namun, hingga saat ini laporan itu tidak kunjung direspons. Oleh karena itu keluarga datang ke Jakarta dan mengadakan audiensi dengan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspom AD).
Kepala Penerangan Kodam Bukit Barisan Letnan Kolonel Asrul Kurniawan Harahap menyatakan pihaknya sudah memeriksa Herman Bukit. Sejauh ini tidak ada bukti yang bisa digunakan untuk menetapkannya sebagai tersangka.
