Analisis Komjen Marthinus Mentok, Tak Ada Geng Narkoba Dalam Kasus WNA Australia
bali.berita viral
, DENPASAR – Analisis Kepala BNN RI Komjen Marthinus Hukom ada keterlibatan sindikat narkoba dalam kasus penembakan warga negara asing (WNA)
Australia
mentok.
Polda Bali memastikan tak ada keterlibatan geng narkoba dalam kasus yang menewaskan Rivan Zivan Radmanovic dan melukai Sahar Ghanim itu.
“Penyidik melihat pokok perkaranya terjadi perbuatan pidana (pembunuhan).
Itu yang penyidik urai, yang sementara dikerjakan oleh teman-teman reskrim,” kata Kabid Humas
Polda Bali
Kombes Ariasandy dilansir dari Antara.
Menurut Kombes Ariasandy, berdasar pemeriksaan sementara, penyidik belum menemukan ada dugaan tindak pidana narkotika.
Begitu juga dengan dugaan ketiga tersangka menjadi pembunuh bayaran yang telah merancang pembunuhan itu sebelum masuk ke Bali.
Fakta tersebut dikuatkan dengan hasil pemeriksaan urine terhadap tiga tersangka penembakan, yakni Tupou Pasa Midolmore (27), Coskunmevlut (23) dan Darcy Francesco Jenson (37).
“Hasilnya negatif,” ujar Kombes Ariasandy.
Komjen Marthinus Hukom
seusai kuliah umum di Universitas Udayana, Selasa (15/7) lalu menyatakan kasus penembakan WNA Australia di Badung patut diduga ada hubungannya dengan jaringan kejahatan narkotika internasional yang masuk ke Bali.
Menurut Kepala BNN, dalam menyelidiki kasus tersebut dibutuhkan analisis kriminologi yang lebih luas dari sekadar kejahatan pembunuhan semata.
Kesimpulan mantan Kepala BNPT RI itu, patut diduga penembakan itu terkait jaringan narkotika internasional yang menjadikan Bali sebagai killing ground atau tempat pembantaian sesama kartel narkoba.
Analisisnya kian menguat setelah beberapa kali BNN RI membongkar laboratorium narkoba di Bali, baik di Badung maupun Gianyar, beberapa waktu lalu.
“Kejahatan yang dilakukan warga negara asing tidak bisa dilihat dari kacamata kejahatan biasa, harus dari segala aspek.
Kalau hanya dendam, kenapa harus di sini (Bali).
Ini kan fenomena yang secara intelijen harus mapping betul,” tutur Komjen Marthinus.
Seperti diberitakan, dua bule Australia ditembak orang tak dikenal (OTK) saat istirahat di Vila Casa Santisya 1, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (14/6) dini hari.
Dalam peristiwa tersebut, Zivan Radmanovic tewas di tempat, sementara Sanar Ghanim, selamat meski mengalami sejumlah luka.
Penembakan itu disaksikan oleh GJ, istri korban ZR dan Daniela, istri Sanar. Zivan Radmanovic ditembak di dalam toilet kamar mandi, sementara Sanar ditembak di dalam kamar.
Dari hasil penyelidikan mendalam, tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Bali dan Polres Badung berhasil menangkap ketiga tersangka.
Ketiganya, yakni JDF alias Darcy Francesco Janson, 37, PMT alias Tupou Pasa Midolmore, 37, dan MC alias Coskun Mevlut, 23.
(lia/JPNN)
